Selasa, 08 Maret 2016

Pentingnya Menjadi Pendengar Yang Baik Bagi Anak

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Pentingnya Menjadi Pendengar Yang Baik Bagi Anak

Pendengar Yang Baik Bagi Anak

Sebagian besar orang tua pendengar yang buruk bagi anak-anaknya. Benarkah? bila ada suatu masalah yang terjadi pada anak, orang tua, ia merasa suka menyela langsung menasehati tanpa mau bertanya permasalahannya serta asal-usul kejadiannya.
salah satu contoh, anak kita baru saja pulang sekolah mestinya siang ternyata baru pulang sore hari. Kita tidak mendapat keterangan apapun darinya atas keterlambatan tersebut. Tentu saja kita merasa kesal menuggu, sekaligus juga khawatir. Lalu pada saat anak kita sampai dan masih lelah, kita langsun menyambutnya dengan serentatan pertanyaandan omelan. Bahkan setiap kali anak hendak berbicara, kita selalu memotongnya. Akibatnya ia malah tidak mau bicara dan marah pada kita.
Pada saat seperti itu, yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak adalah ingin didengarkan terlebih dahulu dan ingin diprhatikan. Keterlambatannya ternyata disebabkan adanya tugas mendadak dari sekolah. Ketika anak tidak diberi kesempatan untuk berbicara, ia merasa tidak dihargai dan akhirnya dia juga berbalik untuk tidak mau mendengarkan kata-kata kita.
Tips
Jika kita tidak menghendaki hal ini terjadi, maka mulai saat ini jadilah pendengar yang baik. Perhatikan setiap ucapan ceritanya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menunjukan ketertarikan kita akan persoalan yang dihadapinya. Dengan demi oleh kian, kita mengetahui prmasalahan secara utuh dan benar. ingatlah pesan yang disampaikan oleh Sang Pencipta melalui anggota tubuh kita, yaitu Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut; yang tuhan menghendaki kita dua kali mendengarkan dan satu kali berbicara. Dan jangan dibalik. Berikan kepada anak waktu yang seluas-luasnya untuk mengungkapkan segalanya. Cukup dengarkan dahulu dengan meberi tanggapan antusias dan empati. Tahanlah untuk tidak berkomentar apapun sampai saatnya tiba. Lalu, kapan saatnya kita berkomentar atau berbicara? Ketika anak mengatakan, “Menurut Papa/Mama bagaimana?”.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/

Nisrina Peduli Wanita!

Manfaatkan Kesempatan Untuk Bermain Dengan Anak

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Manfaatkan Kesempatan Untuk Bermain Dengan Anak

Bermain Dengan Anak

Anak-anak tidak diminta untuk dilahirkan. Mereka tidak bisa diajak berkonsultasi. Sengaja atau tidak, kita mengundang anak-anak masuk dalam kehidupan kita. Saat anda berhenti dan memikirkannya, setelah mereka ada disini, kita berutang kepada mereka untuk memberi mereka waktu, perlindungan, kasih sayang dan perhatian yang sangat mereka butuhkan agar bisa berkembang.
Akan tiba waktunya mereka tidak akan meminta anda membacakan dongeng untuk mereka lagi, ingin duduk dipangkuan anda dan tertidur, bermain sepak bola bersama anda, atau meminta anda memperbaiki sepeda mereka. Dan mungkin aneh rasanya, semua hal yang saat ini anda usahakan dengan keras akan anda rindukan saat itu. Akan tiba waktu saat anda sangat ingin membacakan dongeng untuk mereka…kata demi kata, sampai habis! Anda akan bertanya-tanya mengapa anda pernah merasa bahwa membaca buku dongeng sebelum tidur (untuk ke-27 kalinya) terasa sangat membosankan sehingga anda berlaku curang dengan membalik tiga halaman sekaligus.
Tahun-tahun yang anda alami bersama anak anda akan habis dan berlalu sebelum anda menyadarinya. Meskipun rasanya seperti baru kemarin ketika pertama kali  menggendongnya, anak sulung sudah pergi dari rumah untuk kuliah dan anak kedua akan segera meninggalkan rumah. Kita cukup sering mengingatkan diri sendiri  tentang kenyataan ini setiap kali anak-anak meminta melakukan sesuatu bersamanya, atau ingin berbincang-bincang atau hanya ingin duduk dan menonton TV bersama-sama.
Mungkin kita merasa tidak benar-benar memberi waktu untuk memenuhi semua tuntutan anak-anak kita. Dilihat dari semua telepon yang menyita waktu dan tenaga untuk bekerja, membantu salah satu dari mereka mengerjakan pekerjaan rumah atau mengajak mereka menonton film mungkin terlihat tidak terlalu kita prioritaskan. Namun kesenangan sementara itu akan berubah. Suatu saat nanti dan itu tidak akan terlalu lama lagi, kita yang akan menelepon dan menanyakan apakah mereka terlalu sibuk untuk datang kerumah pada akhir pekan. Bukan kita yang mengusahakan waktu luang untuk mereka, melainkan mereka yang akan berusaha (kita berharap!) agar punya waktu untuk kita para orang tua diantara jadwal dan acara mereka yang sibuk.
Rumah akan kosong sebelum anda menyadarinya. Tidak seperti uang, waktu tidak bisa disimpan atau dipindahkan kehari atau tahun berikutnya. Waktu tidak akan tinggal diam, betapapun sibuknya anda dalam pekerjaan, di rumah, atau hal-hal lain sekalipun anda berusaha mendapatkan promosi agar bisa lebih mencukupi keluarga anda dengan perlindungan,kenyamanan, dan waktu untuk masa depan. Jadi jangan izinkan pekerjaan rumah tangga, kantor, belanja, olahraga, hobi, teman-teman, mobil atau hal-hal lainnya sangat mendominasi kehidupan anda sehingga anda tidak punya cukup waktu bersama anak-anak. Jangan tunda lagi menyisihkan waktu bagi mereka saat ini, berharap anda bisa menggantikannya nanti. Mereka akan segera menjadi dewasa, meninggalkan rumah, dan kesempatan anda akan pergi selamanya. Dan anda masih tetap bekerja sepanjang hari menunggu ‘kesempatan besar’ itu.
Jadi, manfaatkanlan waktu sebaik-baiknya bersama anak, ketika waktu dan kesempatan itu masih ada. Karena jika hal tersebut, tidak kita manfaatkan, kita tidak bisa memutarbalikan waktu tersebut.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/

Nisrina Peduli Wanita!

Cara Memberi Hukuman Pada Kenakalan Anak

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Cara Memberi Hukuman Pada Kenakalan Anak

Cara Memberi Hukuman Pada Kenakalan Anak

Hukuman yang cocok tidak hanya untuk ‘kesalahan’ itu, tetapi juga untuk kenakalan anak yang melakukannya. Bersikap adil dalam memperlakukan anak bukan berarti memberi hukuman yang sama kepada setiap anak yang melakukan kesalahan yang sama. Anak-anak bereaksi dengan berbeda-beda. Anak yang sensitif misalnya, mungkin bisa belajar hanya dengan diajak bicara tegas, tanpa tindakan lebih lanjut. Jadi menyuruh mereka masuk ke kamar hanya akan menghancurkan mereka.
Ingatlah, dendam tidak seharusnya menjadi tujuan dari hukuman. Tujuannya untuk lebih memperkuat batasan yang dilanggar anak-anak anda, membuat mereka tahu batas tingkah laku yang diterima benar-benar tidak boleh dilanggar. Jadi, satu-satunya alasan tepat untuk menghukum anak anda bukanlah untuk menghancurkan mereka, melainkan membangun dan memperlengkapi mereka menghadapi hidup ini.

Prinsip Hukuman Kepada Anak

Adil

Jika suatu hukuman tidak adil ,anak tidak akan belajar apa-apa tentang pengendalian diri dan tanggung jawab. Mereka hanya belajar bahwa anda tidak adil. Akibatnya, mereka akan marah, merasa ditolak dan salah dimengerti semua perasaan yang pasti menghasilkan tingkah laku yang lebih buruk dimasa mendatang. Dengan mengambil jalan pintas, tanpa pertimbangan dan bersikap tidak adil dalam hukuman yang anda timpakan,anda akhirnya hanya menambah persoalan dan membuat anda menghadapi jauh lebih banyak pertarungan nantinya,saat mereka akan lebih tidak menghormati anda.

Tegas

Pastikan’Tidak’ anda berarti tidak dan ‘Ya’ berarti ya. Jangan memberi ancaman kosong. Jika maksud anda ‘Tidak’ katakan itu dan tetap bertahan dengan keputusan itu. Jika tidak, anda hanya akan mengajar anak bahwa mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan, asal mereka siap untuk terus menggangu anda dalam waktu lama. Dengan kata lain mereka akan menganggap bahwa kemarahan dan bentuk ketidak patuhan lain bisa berhasil asal mereka berdedikasi untuk tetap bertahan melakukannya. Jadi pilihlah dengan hati-hati pertempuran anda dan pastikan anda tetap bertahan.

Konsisten

Jangan biarkan suasana hati anda mempengaruhi keputusan anda tentang hukuman. Jika ada yang salah, itu salah ,selelah apapun anda, batasnya harus selalu begitu. Jika pelanggaran dianggap sebagai hal kecil disatu minggu dan serius di minggu berikutnya,anak akan bingung tentang batasannya.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/

Nisrina Peduli Wanita!

Inti Dari Keluarga Adalah Orang Tua

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Inti Dari Keluarga Adalah Orang Tua

Inti Dari Keluarga Adalah Orang Tua

Keluarga  kokoh menghasilkan anak-anak yang kokoh. Keluarga memiliki berbagai bentuk dan jumlah anggota, dan kebanyakan untuk satu alasan atau alasan lainnya, hanya punya satu orangtua. Namun jika anda punya pasangan, kualitas hubungan anda dengan pasangan akan memberi dampak besar terhadap anak anda. Hubungan orang tua adalah inti dari keluarga anda. Jadi jika hubungan itu adalah medan perang/penuh pertengkaran yang tak berhenti, ini akan memberi efek yang merusak pada anak anda
Jika anda punya pasangan, cara anda bergaul dengannya akan memberi pengaruh yang dalam pada anak-anak anda. Jika anda dan pasangan anda terus bertengkar misalnya, hampir pasti itu memberi pengaruh pada prestasi anak laki-laki atau perempuan anda disekolah. Jelas mustahil bagi mereka untuk berkonsentrasi pada pelajaran atau pekerjaan rumah jika mereka mencemaskan barang-barang yang pecah berantakan dirumah. Terlebih lagi kemungkinan besar mereka merasa harus dipersalahkan atas segalanya. Kecemasan serta rasa bersalah tidak memotivasi anak-anak untuk berprestasi baik disekolah. Namun yang perlu mereka tahu adalah sesulit apapun dunia, rumah mereka menyenangkan dan kokoh.
Ketika anak-anak melihat orangtua mereka bertengkar, hal yang alamiah bagi mereka bila mulai bertanya-tanya apakah orang tua mereka masih tetap mencintai mereka. Bagaimanapun juga, jika anda tidak lagi saling mencintai, mengapa anda harus berhenti mencintai anak? Tentu saja sebagian besar orang tua yang bercerai atau berpisah tidak boleh berhenti mencintai anak-anak mereka. Namun ini tidak benar-benar jelas bagi anak-anak yang terlibat.
Jadi sangat penting, diantara kegiatan membersihkan toilet, mengantar anak, mencuci baju, memasak membersihkan bak cuci piring yang tersumbat, belanja ke swalayan, memberi makan kucing, membayar tagihan, membersihkan muntah dan tugas-tugas biasa dari kehidupan sehari-hari, anda juga harus berusaha keras untuk tetap menghidupkan asmara. Ketika asmara tidak ada, anda terus berusaha keras untuk saling mencintai satu dengan yang lain terlepas dari semua perdebatan dan masa-masa sulit. Jangan takut untuk mencium atau saling merangkul di depan anak. Mengetajui bahwa anda saling mencintai membantu meyakinkan mereka anda juga mencintai mereka.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!


Orang Tua Sebagai Teladan Bagi Anak

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Orang Tua Sebagai  Teladan Bagi Anak

Orang Tua Sebagai Teladan Bagi Anak

Setiap orang tua diberi tanggung jawab besar, keistimewaan luar biasa, serta anugerah karena menjadi teladan yang menentukan hidup, bahkan mungkin membentuk seseorang yang suatu hari nanti akan menjadi orang tua juga. Sudah pasti, cara kita menjadi orang tua anak kita adalah satu-satunya faktor terpenting dalam menentukan masa depan mereka. Ingatlah selalu bahwa suatu hari nanti mereka akan bercermin dan menyadari betapa mereka sangat mirip dengan Anda.
Semua orang tua adalah teladan. Satu-satunya pertanyaan adalah, teladan macam apa kita? sebaik apa tugas yang sedang kita lakukan?
Ingat!
1.       Orang tua memasang fondasi kehidupan anak-anak mereka.
2.       Anak-anak anda dipengaruhi oleh seseorang atau sesuatu sepanjang hari setiap hari
3.       “Lakukan seperti yang kukatakan,bukan seperti yang kulakukan” tidak akan berguna. Anda adalah teladan untuk anak anda
4.       Semua anak lambat laun akan menyerupai orang tua mereka.
5.       Nilai-nilai anak anda “diajarkan”, dan “ditularkan”.
6.       Jika mungkin, tetaplah tinggal bersama”demi kebaikan anak-anak”.
7.       Orangtua tunggal harus memilih dengan sangat hati-hati saat mereka mencari bantuan.
Prinsip Penting
Jadilah orang seperti yang Anda inginkan dari anak-anak anda.
Bagaimana Mencapainya
1.       Gandakan jumlah waktu yang anda pakai untuk percakapan penuh arti bersama anak-anak anda minggu ini dan minggu selanjutnya!
2.       Pakai waktu untuk menonton drama TV dengan anak-anak anda dan bicarakan dengan mereka tentang pokok persoalan yang diangkat.
3.       Ingatlah bahwa perbuatan lebih berguna daripada ucapan. Pikirkan pesan yang ditangkap anak-anak anda dari anda minggu ini.
4.       Carilah dengan sengaja kesempatan untuk menurunkan salah satu nilai-nilai anda kepada anak anda.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/

Nisrina Peduli Wanita!